Selasa, 07 Agustus 2012

Bebaskan si Kecil dari Jerat Konsumerisme


Dunia periklanan komersil memiliki efek mendalam pada tingkat kepercayaan, cara menilai produk, bahkan terhadap moral anak-anak. Sebagaimana dalam masa pengembangan kemampuan dan keterampilan kognitif, mereka rentan terhadap pengaruh positif maupun negatif.

Dok: Istimewa

Merupakan fakta bahwa jagad periklanan turut menyasar buah hati Anda sebagai audiens. Strategi ini nyatanya telah berlangsung sejak lama. Caranya, televisi sebagai media utama yang mampu ‘menyihir’ Si Kecil dalam tahap tumbuh kembang untuk kemudian terpengaruh dengan aneka sajian konten.

Di Indonesia contohnya, beberapa tahun lalu aksi kekerasan melalui program acara WWF Smackdown (termasuk iklan komersilnya) telah mendorong sebagian anak-anak untuk melakukan hal serupa. Korban berjatuhan mulai dari cedera ringan hingga patah tulang.

Sejak puluhan tahun fenomena historis serupa turut terjadi di belahan dunia barat. Ada kejadian yang menimpa salah satu legenda gitaris asal Inggris, Eric Clapton. Tahun 1991, Eric kehilangan anaknya setelah melompat dari jendela lantai 53 apartemen di kota New York. Ironisnya, konon sang bocah tergila-gila dengan tokoh super hero, yang kita kenal sebagai Superman. Tragis!

Digdaya Kognitif
Dalam mempelajari tahap perkembangan anak terutama untuk menjelaskan berbagai perbedaan cara mereka menanggapi pengaruh gelombang media massa -termasuk pemahaman dan reaksi terhadap iklan, perkembangan kognitif anak-anak dapat diklasifikasikan ke dalam 3 tahap, yaitu: perseptif (anak-anak usia 3-7 tahun), analitis (7 – 11 tahun), dan reflektif (11-16 tahun). Perlu disadari bahwa barulah ketika mereka berusia tujuh sampai delapan tahun (awal dari tahap analisis) anak-anak mulai dapat mengevaluasi iklan secara persuasif.

Tingkat pemahaman terhadap pesan iklan, sebagian besar harus dijelaskan oleh pendidikan dari orang tua. Jadi, tidak semata-mata hanya bersandar pada tahap perkembangan kognitif anak-anak.

Teori Model Pikiran
The Theory of Mind Model (TOM; Baron-Cohen, 1991; Wellman, 1990) menunjukkan bahwa anak-anak belum mengalami pengembangan mental yang tepat (misalnya niat, keinginan, kepercayaan) sampai mereka minimal berusia tujuh tahun. Bagaimana pun, anak sejak empat tahun mulai mengerti bahwa orang lain memiliki keinginan dan keyakinan yang berbeda dari mereka. Sikap ini merupakan prasyarat mendasar untuk pengembangan anak-anak dalam memahami pesan iklan.

Sementara untuk anak yang berusia di bawah tujuh tahun, ada dasar teoritis yang kuat dan bukti empiris yang menunjukkan kesulitan dalam mengenali makna atau maksud yang mendasari pesan suatu iklan. Anak-anak mungkin memiliki pemahaman yang matang hanya ketika mereka mampu mengambil sejumlah nilai dan pemahaman aspek-aspek tertentu. Dan biasanya hal ini tidak terjadi sebelum mereka berusia menginjak usia tujuh tahun.

Bukti Riset
Penelitian yang dilakukan Robert Baiocco -et al, dan telah diterbitkan dalam The Journal of Genetic Psychology (New York, Juni 2009), berjudul ”Perbedaan antara Sikap Orang Tua dan Anak terhadap Iklan Televisi”, telah berhasil mengungkap fakta konektivitas perilaku konsumerisme anak dan pengaruh dunia periklanan.

Riset dilakukan terhadap 500 orang tua dan anak. Sampel terdiri dari 254 anak laki-laki dan 246 anak perempuan, diklasifikasi menjadi 5 kelompok umur (7, 8, 9, 10, dan 11 tahun), dengan setiap kelompok terdiri dari 100 anak. Hasil survei menemukan perbedaan antara sikap anak dan sikap orang tua terhadap iklan televisi, dalam bagaimana iklan TV mempengaruhi tahap perkembangan anak-anak; khususnya terkait tingkat kepercayaan, perilaku, dan kenikmatan menonton TV.

Mengenai kenikmatan dan dimensi konsumerisme, kelompok anak-anak 7 tahun menunjukkan bahwa kenikmatan dan pengaruh sikap konsumerisasi mereka lebih tinggi daripada kelompok anak 8-11 tahun.

Tingkat kepercayaan terhadap iklan menurun secara signifikan sesuai dengan usia. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ternyata orangtua cenderung memandang rendah pengaruh iklan televisi terhadap anak-anak. 

Konformisme (cepat merasa puas dengan keadaan yang ada) dari orangtua adalah prediktor signifikan dari sikap anak-anak terhadap iklan TV. Riset menunjukkan bahwa konformisme orangtua terkait dengan jumlah merek yang anak-anak miliki, mempunyai tingkat pengaruh yang sangat signifikan.

Robert menunjukkan hubungan antara dimensi perilaku serta evaluasi anak-anak dan orangtua terkait sejumlah brand. Dalam penelitian ditemukan hubungan antara sikap positif terhadap iklan dan kecenderungan untuk mengadopsi nilai-nilai materialistik.

Menurut penafsiran Robert, orangtua menyatakan konsep yang salah tentang sikap anak-anak terhadap iklan TV. Para orang tua meremehkan kapasitas kognitif anak-anak mereka. Kebanyakan orangtua percaya bahwa anak-anak menyukai dan menikmati iklan lebih dari yang diartikulasikan. Ini karena -dari sudut pandang representasi sosial, orangtua mempunyai sikap tertentu tergantung pada representasi stereotype masa kecil mereka. Bukannya berdasar pada pengamatan nyata terhadap sikap anak.

Sebagaimana lazimnya orangtua, mereka cenderung menilai anak-anak kurang kompeten dan belum dewasa menilai sesuatu. Mereka berupaya total demi kesenangan anak melebihi kajian pengaruhnya terhadap tingkat kepercayaan anak terhadap produk. Hasilnya, banyak orang tua menilai anak-anak mereka tidak terlibat dalam pasar konsumen dan hanya sekadar menunjukkan sikap ‘kekanak-kanakan’ dalam menerjemahkan pesan iklan. 

Mayoritas orangtua sadar bahwa perilaku anak adalah "dirayu" oleh iklan tetapi anak-anak masih belum bisa dikatakan sebagai pelanggan. Menurut Robert, pernyataan bahwa perilaku anak-anak secara ketat dipengaruhi oleh iklan, merupakan bentuk pengakuan dari ketidakmampuan orangtua untuk mengelola atau mempengaruhi daya sosialisasi konsumtif anak mereka.

Jadi Konsumen Cerdas
Analisa dengan baik sebelum memutuskan membeli suatu produk. Anda yang ‘dewasa’ harusnya memiliki penalaran yang lebih matang. Namun bagaimana dengan Si Kecil? Mereka mutlak perlu mendapat banyak bimbingan. Dan sebagai orangtua yang berkewajiban menjadi pilar keluarga, Ada empat langkah krusial yang harus Anda lakukan agar Anda dan keluarga terbebas dari jerat rantai konsumtif.

Teliti sebelum membeli. Jangan sembarang meng’iya’kan berbagai tawaran produsen. Teliti dan bertanya jika ada yang kurang jelas atau butuh informasi suatu produk.

Bersikap kritis. Baca label dan batas kadaluarsa; misalnya untuk produk pangan. Terlebih bila menyangkut hidup dari orang-orang yang Anda sayangi. Cermat perhatikan kemasan, batas aman konsumsi, peruntukan barang, dsb.

Hindari ‘Lapar Mata’. Dahulukan prioritas dan beli produk sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan. Anda adalah penguasa diri Anda sendiri. Bila ‘Lapar Mata’ telah jadi penyakit Anda, maka rubah mindset mulai hari ini.

Bimbingan untuk Si Kecil; Lakukan peran supervisi, beri arahan serta aksi penyuluhan terhadap pola konsumtif anak-anak. Ini merupakan bentuk aksi proteksi dari maraknya jerat konsumerisme dunia periklanan. Bila suatu saat Anda harus berkata tidak, maka berikan pemahaman secara persuasif agar anak Anda pun tetap merasa nyaman. Bukannya memandang Anda sebagai Hitler di era milenium...[nzl]

Kamis, 31 Mei 2012

Five Ways To Fly Peacefully



Demi memangkas waktu tempuh perjalanan bisnis, wisata atau bahkan sekadar bersenang-senang, moda transportasi udara kerap menjadi prioritas pilihan masyarakat urban. 

Dok: Istimewa

Khawatir? Boleh saja. Karena faktannya, dibalik daya tarik kenyamanan, efektifitas durasi serta berbagai benefit lain yang digembar gemborkan pihak maskapai penerbangan, realitanya pesawat terbang masih dianggap "menakutkan" dan dipandang sebagai sarana transportasi yang cukup berbahaya bagi banyak kalangan.

Cukup beralasan, memang. Hal ini terutama karena bermacam-macam fenomena yang tepapar di mata serta telinga khalayak awam. Tantangan level terbawah, mulai dari uji nyali penumpang ketika terjadi cuaca buruk dan turbulensi udara. Belum lagi maraknya kejadian pesawat hilang hingga terjatuh dibombardir separatis bersenjata.

Publik domestik tambah paranoid ketika tereksposnya beberapa kasus awak kabin yang asyik menikmati sensasi narkoba. Mereka sibuk 'terbang' tinggi ketika secara profesi sedang berada ratusan kaki mengudara dan membawa penumpang lintas usia.

Ada lagi publikasi rekaman suara awak kabin yang terdengar layaknya pasangan sibuk bersenggama ketika pesawat tengah membelah awan. Semakin menjadi perhatian dunia ketika meledaknya pesawat kebanggaan Rusia, Sukhoi Superjet 100 setelah menghantam tebing di sekitar Gunung Salak, beberapa tahun lalu.

Tuhan memang punya kuasa mutlak terhadap seluruh ciptaannya. Namun tidak perlu khawatir berlebihan bila sebelum perjalanan setidaknya Anda telah siapkan segala sesuatunya dengan tulus dan ikhlas.

Tenang dulu, Sobat! Bukan artinya bila naik pesawat maka harus bersiap untuk mati. Selain faktor X yang tersaji di atas, penting untuk mencermati sejumlah persiapan lainnya. Berikut beberapa kiat yang dapat membantu terciptanya kelancaran perjalanan udara Anda.

Jaga Nutrisi
Sebelum melakukan perjalanan yang jauh, ada baiknya sebelum berangkat Anda mengisi perut demi mencukupi kebutuhan energi tubuh. Usahakan mengonsumsi makanan dengan kandungan serat dan tinggi protein. Pilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau daging merah yang dapat diserap lebih lama oleh tubuh.

Namun jika perjalanan Anda singkat, asupan karbohidrat sederhana seperti nasi dapat dengan cepat melonjakkan kadar gula dan memberi energi seketika untuk tubuh. Membawa buah-buahan atau sejenis kacang-kacangan juga bisa menjadi pilihan cemilan sehat selama Anda di perjalanan.

Higienis
Jauh sebelum naik tangga pesawat -terutama saat makan besar atau sekadar menikmati camilan, usahakan sebelumnya bersihkan organ tangan. Mungkin ini terlihat sederhana namun Anda tentu tidak ingin perjalanan terganggu karena gangguan konstipasi, bukan?! Ingin tidak repot? Banyak produk sanitizer (pembunuh bakteri) yang dapat dengan mudah ditemukan dan layak menjadi pertimbangan emergency.

Anti Dehidrasi
Minum banyak air demi mencegah dehidrasi. Udara dingin dan kering dalam pesawat dapat menyebabkan dehidrasi, sebaliknya suhu panas juga akan membuat tubuh mengeluarkan cairan berlebihan dalam bentuk keringat. Jangan anggap sepele, karena nyatanya dehidrasi bisa membuat serta meningkatkan stres dan rasa bosan. Bila terjadi, dapat berdampak rusaknya mood di sepanjang perjalanan, bahkan bukan tidak mungkin hingga tiba di kota tujuan.

Jaga Mood
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jadwal penerbangan seringkali tertunda karena berbagai alasan. Mengatasi hal ini ataupun berbagai gangguan lainnya yang mungkin saja timbul, tetap bersikap tenang dan perkaya diri dengan kesabaran. Jika Anda merasa pusing ataupun mabuk selama perjalanan, jangan sungkan untuk meminta obat atau bantuan darurat pada awak pesawat.

Cara paling mudah dan efektif demi menenangkan diri adalah dengan memejamkan mata untuk sesaat. Berusahalah sejenak mengosongkan pikiran, lalu tenangkan dan jaga kestabilan denyut jantung sembari memejamkan mata. Tarik nafas mendalam kemudian hembuskan dengan perlahan-lahan. Ulangi berkali-kali selama beberapa saat, lakukan terus menerus hingga Anda merasa diri Anda telah benar-benar nyaman.

Perhatikan "Pramugari"
Lazimnya penumpang hanya terpesona dengan memandang nanar dan (mungkin) sesekali menelan air liur ketika melihat kecantikan pramugari saat memeragakan cara pemakaian pelampung, masker oksigen dan mempresentasikan berbagai instruksi keselamatan darurat. Prosedur standar seperti mematikan ponsel, menegakkan sandaran di waktu tertentu, sabuk pengaman, hingga membuka penutup jendela demi tanggap situasi, adalah keharusan. Mungkin saja Anda yang pertama melihat percikan api di sayap pesawat. Selain itu, Anda juga bisa ikut melihat posisi pesawat apakah mendekati laut atau daratan saat mungkin akan melakukan pendaratan darurat. Anda bisa secepatnya memutuskan apakah perlu mengenakan jaket pelampung atau tidak.

Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama penerbangan berlangsung. Jadi, langkah antisipasi adalah yang paling tepat. Ingin perjalanan menyenangkan atau sebaliknya dalam kondisi khawatir, tanpa ketenangan?! Semua ini Anda yang tentukan. Seperti para tokoh bijak bilang; Do the best and God will do the rest! [nzl]

Senin, 09 April 2012

One Shoot One Killed...!!

SAFARI BERBURU:
SATU PELURU UNTUK SATU NYAWA

Seorang pemburu berpengalaman hanya perlu melepaskan sebutir timah panas 
yang langsung membunuh sasarannya.

"Dorrr...!!"
Babi tambun itu hanya sekejap melonjak, lalu rubuh ke tanah. Selanjutnya, hutan belantara di propinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan perkebunan kelapa sawit milik PT. Sandabi, riuh oleh suara tembakan. Beberapa babi hutan -target buruan- mati ditembus peluru kaliber 308. sedangkan yang lainnya lari tungang-langgang menyelamatkan diri. Sementara di sini, kami para pemburu yang bergabung dalam Aries Shooting Club tetap konsisten mengintai, mengokang, dan melepaskan tembakan. Jarang sekali pembicaraan, karena olahraga ini membutuhkan konsentrasi tinggi -karena tentu saja, Anda tidak ingin peluru Anda salah sasaran kan?!

Ketika fajar merekah, suara dentuman tembakan mulai mereda. Kami, ditemani beberapa orang penduduk sekitar mulai mengumpulkan babi-babi yang mati, kemudian menaikannya ke atas mobil Mitsubishi Strada 4WD -double cabin- berwarna merah, baru kemudian kembali ke base camp yang menjadi tempat peristirahatan kami. Lelah? Jangan ditanya. Bagaimanapun, tindakan mengintai dan menembak, yang harus dilakukan tanpa suara, di kegelapan malam -bahkan kadang-kadang ditengah derasnyahujan, menuntut tenaga ekstra. Jadi ketika kami pulang, apalagi membawa hasil buruan yang lumayan, adalah sebuah kesenangan yang tak terkira.

'Satu peluru untuk satu nyawa', inilah prinsip dasar yang dipegang teguh oleh para pemburu. “Peluru harus tepat mengenai kepala atau jantung hewan buruan agar mati seketika. Jika meleset, maka tembakan susulan harus segera dilepaskan agar hewan buruan tidak meregang nyawa tersiksa,” kata Fahira Fahmi Idris –Ketua Umum Aries Shooting Club yang juga menjabat Ketua Komisi Pembinaan dan Perencanaan Bidang Target dan Bidang Berburu PB PERBAKIN.

Fun Sport
Saat teleskop berhasil membidik hewan sasaran, laju aliran darah pun sontak mengalir deras ke kepala. Dalam hitungan milidetik, adrenalin akan meningkat mengiringi semakin cepatnya detak denyut jantung. “Dan ketika peluru kita menjatuhkan hewan sasaran, saat itu pulalah kita merasakan sensasi kenikmatan puncak," ungkap Fahira. Anda membutuhkan kemampuan dan pengalaman untuk mengurangi rasa tegang, karena yang paling berperan untuk menjatuhkan hewan buruan adalah konsentrasi tinggi: Fokus, fokus, dan fokus.

Fahira adalah segelintir kaum hawa yang mempunyai minat sangat besar dalam kegiatan safari berburu, tapi jangan pernah tanyakan rasa takut kepadanya. ”Kami sudah saling mengenal sejak lama. Sehingga suasana keakraban dan kebersamaan yang terbangun di tim Aries SC, membuat kami sanggup berhari-hari hidup bersama di alam liar," katanya. Percaya atau tidak, unsur kekompakkan tim sangat menentuan hasil buruan. Pernah suatu ketika, mucul masalah di antara anggota tim, hasilnya... selama berhari-hari tim tidak mendapatkan hewan buruan. Bukan hanya itu, alam pun mendadak menjadi musuh dengan menurunkan hujan deras terus-menerus.

“Bertualang di alam bebas menjadi sarana relaksasi untuk melepas kejenuhan pada rutinitas dan beban pekerjaan. Manfaat lainnya, dengan berburu maka kita akan melatih ketepatan, konsentrasi, ketekunan, kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan untuk survive di alam liar,” kata Fahira. Di sisi lain, mereka yang gemar camping dan fotografi pun bisa menyalurkan hobinya -bukankah alam sumber inspirasi yang tiada habis?

Fahira yang tomboy pernah bertatapan mata langsung dengan mata beruang dan macan. Saat itu, kisahnya, ia merasa takut tapi juga kagum. Hal-hal ajaib semacam itulah yang membuatnya ketagihan untuk keluar masuk hutan sembari memanggul senjata. Fahira tidak takut berhadapan dengan bajing loncat dan kawanan perampok lain yang menghantui jalur lintas Sumatera. Bahkan, Dia rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk setiap kali perburuan.

"Apa yang kami bunuh adalah hewan pengganggu dan populasinya berlebih," katanya. Itu sebabnya, dalam perburuan mereka biasanya dibantu oleh penduduk sekitar hutan yang sawah ladangnya kerap dijarah hewan-hewan liar tersebut. Hasil buruan pun dibagi-bagikan kembali kepada warga, atau dimanfaatkan untuk pangan hewan-hewan buas di berbagai kebun binatang. "It's fun," cetus Fahira,"Kesenangannya tidak bisa dibeli dengan uang."

Hobi Mahal
“Safari berburu di Indonesia berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh para pemburu di Amerika dan Afrika,” kata Fahmi Idris, pengusaha dan politikus yang juga salah seorang founder Aries Shooting Club. Di Afrika dan Amerika, hewan buruan biasanya dikumpulkan dan berada dalam suatu kawasan lokalisasi yang dilindungi. Sedangkan di Indonesia, pemburu liar dengan bebas mengeksploitasi satwa, sementara pemburu legal sulit menyalurkan hasratnya untuk menembak -karena tiadanya lokalosasi area perburuan.

Hal itulah yang membuat para pemburu dari berbagai kota besar di Indonesia -yang mayoritas tidak mempunyai lahan berburu- rela menempuh ratusan dan bahkan ribuan kilometer melalui berbagai jalur (darat, laut, udara) untuk menyalurkan hobi mereka. Tempat favorit berburu diantaranya ada di provinsi Jambi, Bengkulu, wilayah Kalimantan, dan beberapa tempat di Jawa Barat.

Satu kali perburuan minimal membutuhkan Rp 5 juta rupiah, per orang. “Semakin jauh tempatnya maka semakin mahal biaya yang dibutuhkan,” jelas Fahira. Biaya ini belum termasuk kendaraan, spesifikasi senjata, peluru, dan sebagainya. Bahkan proses persiapan untuk berburu pun tidak semudah dan seringkas bila Anda mempersiapkan kebutuhan untuk perjalanan wisata. Prosedur perizinannya bisa memakan waktu hingga beberapa bulan.

101 Hal Tentang Berburu
Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum memulai petualangan berburu di alam liar:

Legalitas
“Menembak merupakan kombinasi akurasi, kesabaran, dan keahlian yang diperoleh dari proses berlatih secara kontinyu,”kata Fahmi yang juga mantan pengurus PERBAKIN era 90-an. Namun, untuk bisa berburu dengan legal, sebelumnya Anda harus bergabung dan mendaftarkan diri dalam salah satu klub menembak yang berada di bawah naungan PB PERBAKIN. “Dengan merogoh kocek antara 350 hingga 500 ribu serta membawa fotokopi KTP dan pas foto, Anda sudah bisa bergabung dengan Aries SC,” kata Fahira. Setelah itu, calon pemburu wajib mengikuti penataran yang mencakup serangkaian materi pembelajaran seperti handling senjata, faktor safety, kendala yang akan ditemui di alam liar, P3K, tes psikologi, hingga praktek menembak. Total biaya untuk ini menghabiskan Rp 10 juta rupiah. Jika Anda lulus penataran dan uji keterampilan, barulah PERBAKIN mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk Anda. Dengan KTA ini Anda bisa membeli senjata api dan amunisinya.

Meski demikian, toh Anda tidak diperbolehkan berburu tanpa berkoordinasi dengan aparatur negara. “Mengenai surat perizinan perjalanan, PERBAKIN yang akan mengurus semua berkas yang diperlukan -baik ke Polda setempat, Mabes Polri, dan Polda yang dituju," kata Ira.

Senjata & Ammo
Klasifikasi senjata yang umum digunakan untuk berburu dibagi 2, yaitu:

  • Senapan api. Senjata ini sangat ideal untuk berburu babi hutan. Senapan yang digunakan umumnya berjenis semiotomatis dengan kaliber 223, 243, dan 308. Kaliber 308 mempunyai daya tembus, suara, dan tenaga yang lebih dasyat dari kedua tipe lainnya. Jarak efektifnya mencapai 500 ratus meter. Harga senapan api bervariasi mulai dari Rp 25 juta hingga ratusan juta rupiah -berikut izin pemilikan dari Mabes Polri. Sementara itu, 1 boks peluru berisi 20 butir berharga Rp 300 – Rp 500 ribu rupiah.
  • Senapan angin. Jenis yang lazim digunakan adalah PCP 'precharged pneumatic' dan gas CO2 kaliber 4,5 mm (non izin) / 5,5 mm (izin) dengan jarak efektif hingga 75 meter. Kaliber 5,5 mm memiliki daya kekuatan yang lebih besar dari 4,5 mm. Proyektilnya disebut juga mimis. Senapan angin lazim digunakan untuk berburu bajing dan tupai. Harga senapan jenis ini mulai dari Rp 2,5 juta hingga belasan juta rupiah. Beberapa tipe senapan angin andalan Aries SC yaitu Beeman, Diana, dan Xtra Fac S 410 buatan Inggris.
Surveyor
Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi proses perburuan antara lain: Bulan purnama, cuaca hujan, dan musim panen buah. Target buruan biasanya tidak akan keluar di kala hujan dan bulan purnama. Selain itu, hewan-hewan tersebut jarang muncul jika tidak ada panen buah-buahan.            

Itulah sebabnya, sebelum mendatangi suatu wilayah, klub umumnya mengutus tim kecil untuk mensurvey lokasi perburuan dengan meneliti kondisi geografis, serta jalur, dan jejak hewan yang akan diburu. Lokasi yang dipilih tidak boleh berada pada area pemukiman dan hutan lindung.

Kendaraan
Agar siap menerjang berbagai medan, kendaraan dengan empat roda penggerak (4WD) standar offroad mutlak diperlukan. Mobil-mobil ini biasanya telah dimodifikasi dengan menambahkan beberapa fitur pendukung seperti winch -derek, radio komunikasi, ban offroad dengan grip yang baik, rangon -atap yang bisa dibuka, jok untuk penembak, dan rak pengangkut (depan dan belakang) yang umumnya terbuat dari plat baja.

Basecamp
Anda bisa memilih beberapa opsi tempat peristirahatan selama perburuan berlangsung, seperti menyewa rumah penduduk, menginap di mess karyawan perkebunan, atau mendirikan tenda di sekitar hutan. Umumnya Anda akan menginap di sana selama lima hingga 10 hari.

Kru
Rata-rata dalam satu mobil terdapat delapan orag kru. Selain dua penembak, setiap perjalanan berburu juga membutuhkan beberapa anggota tim dengan spesifikasi tugas dan keahlian yang berbeda-beda, antara lain:
-         Driver dan co-driver (skill offroad dan mekanikal otomotif).
-         Pemandu lokal, yang berfungsi sebagai penunjuk arah.
-         Pemegang lampu blour, dengan insting dan kemampuan melihat yang tajam di kegelapan area hutan. Biasanya penduduk lokal.
-         Dua orang pengangkut. Bertugas mengangkut serta mengeluarkan isi perut babi. Hal ini bertujuan agar babi tidak cepat membusuk dan bisa bertahan hingga beberapa hari.

Peralatan Pendukung
Peralatan pendukung lainnya adalah: Peredam telinga, google, kompas, peta / GPS, perbekalan konsumsi, boot / sepatu penjelajah alam, jaket tahan air, vitamin, obat-obatan P3K, vaksin, pisau, Handy Talky (HT), lampu blour 200 watt -yang efektif sampai 300 meter, binocular, mini cooking set, jerigen untuk bensin cadangan, sumber listrik berupa aki dan genset kecil. Peralatan pendukung ini mutlak ada agar suasana perburuan Anda semakin menyenangkan. 

oOo

JADI PENEMBAK JITU

Jangan terburu-buru, bung! Sebelum meletupkan proyektil dari laras senapan, pertama-tama Anda perlu fokus dan menenangkan diri. Caranya, miringkan senapan 45° ke arah atas dari target, kemudian tarik napas dalam, dan tahan. Hembuskan napas perlahan sembari menurunkan senapan dalam irama gerak yang lambat. Ketika target telah Anda bidik dengan sempurna, tahan kembali napas Anda, rileks, dan mulailah menembak. Berikut ini tiga posisi terbaik dalam berburu:

Tiarap
  • Pilih permukaan tanah yang rata. Topang senapan dengan tangan kiri -prosedur sebaliknya bagi penembak kidal.
  • Sandarkan sisi popor senapan pada pipi dan ujung popor menekan kencang pada bahu kanan. Hal ini bertujuan untuk menghindari cedera akibat daya tolak senapan ketika Anda melepaskan tembakan.
  • Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan sedikit membuka demi menyeimbangkan tubuh.
  • Bidik melalui teleskop dan jaga kedua mata tetap terbuka.
 Duduk
  • Dengan posisi lutut kanan rebah dan terlipat, tempelkan siku kiri pada lutut kiri atau bertumpu di pinggang/badan untuk menjaga kestabilan Anda membidik.
  • Kedua mata tetap terbuka selama membidik.
  • Torso tubuh dapat (sedikit) diputar demi mengantisipasi pergerakan target.
  • Popor tetap menempel pada pipi dan menekan bahu. 
Berdiri
  • Kaki membuka dengan jarak (kurang lebih) selebar bahu.
  • Tangan kiri menopang di badan atau di pinggang demi menjaga kestabilan Anda membidik.
  • Posisi badan sedikit dicondongkan ke arah depan.
  • Jaga torso badan agar bisa bergerak fleksibel, serta selalu tempelkan sisi popor pada pipi dan ujung popor menekan kuat pada bahu Anda.
oOo

Tip Merawat Senjata
  • Bila tidak digunakan, Anda harus pastikan senjata tersimpan dalam keadaan kosong, tanpa megazine dan peluru. 
  • Bersihkan badan teleskop, lensa, serta permukaan dan bagian dalam laras senapan dengan kain bersih. Gunakan tali atau pengait untuk menarik kain agar dapat membersihkan sisa pembakaran mesiu dalam laras senjata dengan sempurna.
  • Lumasi bagian-bagian persendian senjata dengan minyak hope untuk menghindari proses oksidasi -karat. Peluru yang tersimpan dalam jangka waktu lama juga dapat menjadi rusak dan berkarat.
  • Hindari menyimpan senjata pada tempat yang lembab.
  • Meski tersimpan dalam hard case, akurasi teleskop dapat berubah bila terbentur atau bila baut pengikatnya mengendur. Karena itu, sebelum Anda berburu, teleskop perlu di-zero terlebih dahulu di lapangan tembak, dengan cara menguji akurasinya pada sasaran tertentu. [nzl]

Kamis, 05 April 2012

Yakinkah Si Dia Layak Dipertahankan..?!


7 SINYAL BELAHAN HATI


[already published in Men'sHealth Magazine/2010]

Sudah yakin dengan pasangan yang Anda pilih hingga saat ini? Rasakan tanda-tandanya dan buktikan bahwa si Dia memang layak untuk dipertahankan.


Malam itu Sasha mungkin tidak menyangka kalau secara tiba-tiba Nugie akan meminta handphone yang sedang digenggamnya. Yup, lelaki yang telah bersama-sama dengannya membangun biduk rumah tangga, dengan jatuh bangun selama sekitar tujuh tahun tersebut meyimpan kecurigaan, kala mendapati pasangan hidup yang telah dipilihnya ini ternyata seringkali berbalasan SMS dengan pria lain -mantan rekan kerjanya dulu. Bahkan, kepentingan dan tugas wajib rumah tangga pun jadi sering dikorbankan. Dan benar saja, betapa kaget Nugie membaca isi SMS yang menunjukkan percakapan layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara. Berkali-kali dalam SMS Sasha menuliskan “Say” (sayang) yang ditujukan untuk Mr. X.

Merasa tertangkap basah, akhirnya Sasha mengakui bahwa Mr. X merupakan teman curhat tempat ia biasa berbagi cerita, mulai dari masalah sehari-hari bahkan sampai membahas urusan internal rumah tangganya. Sasha merasa bahwa Mr. X adalah soulmate, real love, dan orang yang patut ia sayangi. Ia bahkan sampai melupakan peran Nugie, sebagai kepala rumah tangga yang selama ini telah menafkahi dan banting tulang berkorban demi Sasha dan kedua buah hati hasil pernikahan mereka.

Dan celakanya, Sasha bahkan sempat menyelamatkan mantan rekan kerjanya ini, kala Nugie ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Mr. X. Ketika itu, Sasha membual dan menghindarkan Mr. X dari pertemuan, karena takut akan tempramen tinggi yang dimiliki Nugie. Kilahnya, bila kedua pria ini bertemu, ia takut Nugie menjadi kalap, melakukan kekerasan fisik dan sampai berurusan panjang hingga ke ranah hukum.

Mr. X telah menghilang, namun perilaku pengecut yang dilakukannya hingga sekarang masih belum dipertanggungjawabkan. Sementara, perasaan marah, sedih, dan kecewa, jelas bercampur aduk dan siap meluap dari dalam hati Nugie. Kekhilafan fatal yang dilakukan Sasha berdampak panjang dalam kelanjutan hubungan rumah tangganya. Mereka kini jadi sering bertengkar, ribut, bahkan tak jarang terdengar sampai ke telinga tetangga dan lingkungan sekitar.

Demi meyakinkan Nugie, Sasha pun harus bersumpah menurut agama dan mengatasnamakan keluarganya. Cuma ini satu-satunya cara terakhir, agar Nugie mempercayai bahwa ia tidak sampai terjerumus dan melakukan sesuatu yang bodoh. Dan meski butuh waktu lama, namun perlahan cara ini cukup meyakinkan Nugie. Pertimbangannya, karena perilaku Sasha yang masih menjaga moral, dan hubungan antara Sasha dan Mr. X tidak sampai ke tahap yang menodai norma kesusilaan, Nugie pun masih mencoba memaafkan Sasha, dan menunda niatnya untuk berpisah.

Meski Sasha dan Nugie seringkali bertengkar hebat, namun hingga kini nyatanya perceraian masih jauh panggang dari api. Padahal, setelah merasa dikecewakan, Nugie sempat beberapa kali menampar Ibu yang melahirkan anak-anaknya tersebut. Perjalanan kisah cinta yang panjang nampaknya menjadi pengurung niat Nugie untuk memutuskan hubungan dan melangkah ke jenjang perceraian. Tamparan pedas di wajah pun seakan tak cukup bagi Sasha untuk minta perceraian. Sasha selalu tetap ingin kembali ke pelukan Nugie.

Apa ini yang dimaksud dengan belahan hati? Mungkin saja iya. Atau mungkin saja malah sebaliknya, karena sementara ini Nugie masih belum menemukan sosok pengganti Sasha untuk mengisi kekosongan ruang hati -yang timbul akibat perilaku Sasha yang menodai hubungan mereka.

Cerita mereka sungguh menggetarkan. Selaku pendengar, Saya cuma bisa berkaca sembari berharap semoga masalah yang sama tidak sampai terjadi. Inilah potret realita bagaimana kekhilafan sederhana bisa memberi dampak yang berkepanjangan. Dan dalam suatu kesempatan ketika berlangsung pembicaraan santai dengan seorang teman -yang juga Psikolog pada beberapa perusahaan ternama, setelah mendengar kisah ini pun ia angkat bicara bahwa ada beberapa tanda-tanda yang mencirikan bahwa si Dia memang belahan hati dan merupakan pasangan yang layak untuk dipertahankan.

SALING PERCAYA
Keterbukaan, kepercayaan, dan nilai kejujuran sangat penting dalam setiap hubungan. “Sebelumnya Anda dan Dia harus saling terbuka mengutarakan pendapat dan keinginan masing-masing. Selanjutnya barulah bersama-sama berkomitmen membuat toleransi kesepakatan dan ruang gerak, serta hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk masing-masing Anda lakukan,” kata Ita D. Azly – psikolog yang sering menangani permasalahan relationship, couples, perkawinan, dan rumah tangga.

Hal ini demi membuat hubungan Anda dengannya semakin nyaman. Meski si Dia tidak berada di depan Anda –misalnya sibuk dengan aktivitasnya, Anda tak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak Anda inginkan -begitu pun sebaliknya. “Kejujuran, memegang komitmen, setia, dan keseriusan menjaga perasaan pasangan adalah tembok pengaman yang paling kokoh,” lanjutnya.

KOMUNIKATIF
Sebagai pasangan, tentu Anda dan Dia akan saling sharing pengalaman, pengetahuan, juga berbagai masalah yang terjadi. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi, baik verbal maupun nonverbal. Komunikasi akan membangun keintiman hubungan dan memupuk pengertian antara Anda berdua.

“Benefit lainnya bila komunikasi terjalin baik adalah, dia bisa memberi input, bahkan solusi bagi permasalahan yang Anda hadapi. Bila informasi hanya berjalan searah, tentu Anda akan merasa adanya kekosongan akibat ketidakmampuan pasangan Anda untuk mengisi celah yang ada. Sekedar info, banyak sekali saya menemukan kasus perselingkuhan yang berawal dari ketidakharmonisan proses komunikasi,” tambahnya.

MENAWAN MATA
‘Pesona’ memang memiliki definisi yang berbeda-beda bagi setiap individu. Namun saya yakin, Anda, dan hampir 99% manusia di muka bumi ini tentu dalam mencari pasangan mengutamakan memilih lawan jenis yang secara fisik sedap di pandang mata. “Keelokan paras dan fisik adalah daya tarik utama bagi seseorang dalam memilih belahan hati,” kata Ita.

Tentunya, kecantikan fisik harus pula diimbangi dengan kemampuan merawat tubuh, termasuk kelihaian grooming, menata rambut, serta memadupadankan busana, dan aksesoris yang sesuai dengan momen dan suasana. Dengan penampilannya yang menawan, tentu Anda akan merasa bangga menggandengnya dalam berbagai kesempatan, serta tidak akan malu mengenalkannya pada teman, kerabat, maupun keluarga.

NALURI & KEPINTARAN
Apa Anda mau punya pendamping yang rupawan tapi terlihat bodoh? Penyebabnya bisa karena kurang pergaulan, rendahnya tingkat pendidikan, atau karena minimnya kepekaan sosial. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini, tentunya Anda butuh pasangan yang smart, berwawasan luas, kreatif, serta 'gaul' agar bisa mengimbangi gaya hidup keseharian Anda.

“Kelihaian  menunjukkan naluri seorang ayah seperti memimpin, melindungi, menafkahi, serta memberi contoh yang baik, ataupun naluri keibuan yang mengemong ataupun mengasihi dengan tulus juga merupakan poin plus yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan meningkatkan hubungan ke arah lebih lanjut dengannya,” Ita menegaskan.

BERPIKIR TERBUKA
Perubahan cepat sekali terjadi, termasuk pola dan perilaku kehidupan masyarakat. Sebagai ilustrasi, bila 10 tahun yang lalu hang out bersama teman di Starbucks merupakan kemewahan di negeri ini, lihat keadaannya sekarang! “Jika Anda tidak membuka pikiran untuk hal-hal baru, maka Anda akan menjadi pribadi yang kaku. Tantangan yang harus dihadapi dewasa ini pun menuntut seseorang untuk fleksibel dan siap menerima hal-hal baru sesuai dengan pergerakan dan perkembangan trend,” tutur Ita.

Dengan didampingi oleh pasangan yang open minded, sadar atau tidak Anda juga akan terbantu untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan dan bertoleransi terhadap perkembangan zaman.

KESAMAAN VISI
Cari tahu motivasi si Dia dalam menjalin hubungan dengan Anda. Kemudian selami diri Anda sendiri dan sadari apakah cara Anda menatap hubungan dengannya, sesuai dengan yang ia inginkan. Jika terdapat persamaan visi, tentu lebih mudah untuk membina hubungan yang nyaman dan mencapai yang Anda berdua inginkan. Namun bila ternyata visi Anda berdua berbeda, cobalah bicarakan. Bila memang tetap tidak menemukan kesepakatan, segera tinggalkan dia sebelum kelak terjadi konflik di antara Anda dengannya.

HASRAT & GAIRAH
“Passion adalah insting dasar dalam hubungan yang berlandaskan cinta. Sejauh mana Anda mempunyai hasrat pada si Dia, ditandai dengan bagaimana tergila-gilanya Anda terhadapnya,” ujar Ita. Seberapa besar Anda membutuhkannya, dan sejauh mana Anda bersedia berkorban dan mengalah untuknya? Ini semua Anda yang tahu. Tentu saja harus berada dalam koridor yang bernama logika, dan juga merasakan perlakuan yang sama dari si Dia. “Gairah dua arah seperti ini yang akan menguatkan ikatan hubungan Anda, karena Anda mengetahui seberapa dahsyat si Dia membutuhkan, menginginkan, dan mencintai diri Anda -begitu pun sebaliknya,” tutup Ita.

Polemik rumah tangga mereka hanyalah sepenggal cerita pembelajaran yang sepatutnya dijadikan refleksi. Sasha berujar bahwa istilah “Say”, ditulisnya sebagai sesuatu yang lumrah dalam percakapan di era modern seperti sekarang ini.

Menurut Ita, “Awalnya, kesalahan Sasha bisa jadi karena rasa kebosanan sementara akan hubungan rumah tangga yang monoton selama bertahun-tahun, atau mungkin pula karena alasan lain yang masih belum terkuak”. Satu hal yang pasti, buah perbuatan Sasha akhirnya sangat mengecewakan Nugie, dan hingga kini ia masih harus menebus penyesalannya. Bahkan, Sasha secara jelas menyatakan bahwa ia rela untuk menjadi yang kedua untuk Nugie, asalkan mereka dapat terus bersama. Ironis bukan?

Meski kekhilafan yang dilakukan mencederai ikatan cinta diantara keduanya, namun nyatanya hingga kini mereka masih bersama-sama. Entah alasan apa yang membuat mereka merasa layaknya seperti belahan jiwa. Bisa jadi tujuh sinyal belahan hati yang dipaparkan oleh Ita, ditemukan oleh Nugie pada diri Sasha -dan begitupun sebaliknya. Atau malah faktor kepentingan anak-anak yang (sementara) masih menjadi pengganjal perceraian di antara keduanya. Sad but true... Tapi inilah kenyataannya. [nzl]