Kamis, 05 April 2012

Yakinkah Si Dia Layak Dipertahankan..?!


7 SINYAL BELAHAN HATI


[already published in Men'sHealth Magazine/2010]

Sudah yakin dengan pasangan yang Anda pilih hingga saat ini? Rasakan tanda-tandanya dan buktikan bahwa si Dia memang layak untuk dipertahankan.


Malam itu Sasha mungkin tidak menyangka kalau secara tiba-tiba Nugie akan meminta handphone yang sedang digenggamnya. Yup, lelaki yang telah bersama-sama dengannya membangun biduk rumah tangga, dengan jatuh bangun selama sekitar tujuh tahun tersebut meyimpan kecurigaan, kala mendapati pasangan hidup yang telah dipilihnya ini ternyata seringkali berbalasan SMS dengan pria lain -mantan rekan kerjanya dulu. Bahkan, kepentingan dan tugas wajib rumah tangga pun jadi sering dikorbankan. Dan benar saja, betapa kaget Nugie membaca isi SMS yang menunjukkan percakapan layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara. Berkali-kali dalam SMS Sasha menuliskan “Say” (sayang) yang ditujukan untuk Mr. X.

Merasa tertangkap basah, akhirnya Sasha mengakui bahwa Mr. X merupakan teman curhat tempat ia biasa berbagi cerita, mulai dari masalah sehari-hari bahkan sampai membahas urusan internal rumah tangganya. Sasha merasa bahwa Mr. X adalah soulmate, real love, dan orang yang patut ia sayangi. Ia bahkan sampai melupakan peran Nugie, sebagai kepala rumah tangga yang selama ini telah menafkahi dan banting tulang berkorban demi Sasha dan kedua buah hati hasil pernikahan mereka.

Dan celakanya, Sasha bahkan sempat menyelamatkan mantan rekan kerjanya ini, kala Nugie ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Mr. X. Ketika itu, Sasha membual dan menghindarkan Mr. X dari pertemuan, karena takut akan tempramen tinggi yang dimiliki Nugie. Kilahnya, bila kedua pria ini bertemu, ia takut Nugie menjadi kalap, melakukan kekerasan fisik dan sampai berurusan panjang hingga ke ranah hukum.

Mr. X telah menghilang, namun perilaku pengecut yang dilakukannya hingga sekarang masih belum dipertanggungjawabkan. Sementara, perasaan marah, sedih, dan kecewa, jelas bercampur aduk dan siap meluap dari dalam hati Nugie. Kekhilafan fatal yang dilakukan Sasha berdampak panjang dalam kelanjutan hubungan rumah tangganya. Mereka kini jadi sering bertengkar, ribut, bahkan tak jarang terdengar sampai ke telinga tetangga dan lingkungan sekitar.

Demi meyakinkan Nugie, Sasha pun harus bersumpah menurut agama dan mengatasnamakan keluarganya. Cuma ini satu-satunya cara terakhir, agar Nugie mempercayai bahwa ia tidak sampai terjerumus dan melakukan sesuatu yang bodoh. Dan meski butuh waktu lama, namun perlahan cara ini cukup meyakinkan Nugie. Pertimbangannya, karena perilaku Sasha yang masih menjaga moral, dan hubungan antara Sasha dan Mr. X tidak sampai ke tahap yang menodai norma kesusilaan, Nugie pun masih mencoba memaafkan Sasha, dan menunda niatnya untuk berpisah.

Meski Sasha dan Nugie seringkali bertengkar hebat, namun hingga kini nyatanya perceraian masih jauh panggang dari api. Padahal, setelah merasa dikecewakan, Nugie sempat beberapa kali menampar Ibu yang melahirkan anak-anaknya tersebut. Perjalanan kisah cinta yang panjang nampaknya menjadi pengurung niat Nugie untuk memutuskan hubungan dan melangkah ke jenjang perceraian. Tamparan pedas di wajah pun seakan tak cukup bagi Sasha untuk minta perceraian. Sasha selalu tetap ingin kembali ke pelukan Nugie.

Apa ini yang dimaksud dengan belahan hati? Mungkin saja iya. Atau mungkin saja malah sebaliknya, karena sementara ini Nugie masih belum menemukan sosok pengganti Sasha untuk mengisi kekosongan ruang hati -yang timbul akibat perilaku Sasha yang menodai hubungan mereka.

Cerita mereka sungguh menggetarkan. Selaku pendengar, Saya cuma bisa berkaca sembari berharap semoga masalah yang sama tidak sampai terjadi. Inilah potret realita bagaimana kekhilafan sederhana bisa memberi dampak yang berkepanjangan. Dan dalam suatu kesempatan ketika berlangsung pembicaraan santai dengan seorang teman -yang juga Psikolog pada beberapa perusahaan ternama, setelah mendengar kisah ini pun ia angkat bicara bahwa ada beberapa tanda-tanda yang mencirikan bahwa si Dia memang belahan hati dan merupakan pasangan yang layak untuk dipertahankan.

SALING PERCAYA
Keterbukaan, kepercayaan, dan nilai kejujuran sangat penting dalam setiap hubungan. “Sebelumnya Anda dan Dia harus saling terbuka mengutarakan pendapat dan keinginan masing-masing. Selanjutnya barulah bersama-sama berkomitmen membuat toleransi kesepakatan dan ruang gerak, serta hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk masing-masing Anda lakukan,” kata Ita D. Azly – psikolog yang sering menangani permasalahan relationship, couples, perkawinan, dan rumah tangga.

Hal ini demi membuat hubungan Anda dengannya semakin nyaman. Meski si Dia tidak berada di depan Anda –misalnya sibuk dengan aktivitasnya, Anda tak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak Anda inginkan -begitu pun sebaliknya. “Kejujuran, memegang komitmen, setia, dan keseriusan menjaga perasaan pasangan adalah tembok pengaman yang paling kokoh,” lanjutnya.

KOMUNIKATIF
Sebagai pasangan, tentu Anda dan Dia akan saling sharing pengalaman, pengetahuan, juga berbagai masalah yang terjadi. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi, baik verbal maupun nonverbal. Komunikasi akan membangun keintiman hubungan dan memupuk pengertian antara Anda berdua.

“Benefit lainnya bila komunikasi terjalin baik adalah, dia bisa memberi input, bahkan solusi bagi permasalahan yang Anda hadapi. Bila informasi hanya berjalan searah, tentu Anda akan merasa adanya kekosongan akibat ketidakmampuan pasangan Anda untuk mengisi celah yang ada. Sekedar info, banyak sekali saya menemukan kasus perselingkuhan yang berawal dari ketidakharmonisan proses komunikasi,” tambahnya.

MENAWAN MATA
‘Pesona’ memang memiliki definisi yang berbeda-beda bagi setiap individu. Namun saya yakin, Anda, dan hampir 99% manusia di muka bumi ini tentu dalam mencari pasangan mengutamakan memilih lawan jenis yang secara fisik sedap di pandang mata. “Keelokan paras dan fisik adalah daya tarik utama bagi seseorang dalam memilih belahan hati,” kata Ita.

Tentunya, kecantikan fisik harus pula diimbangi dengan kemampuan merawat tubuh, termasuk kelihaian grooming, menata rambut, serta memadupadankan busana, dan aksesoris yang sesuai dengan momen dan suasana. Dengan penampilannya yang menawan, tentu Anda akan merasa bangga menggandengnya dalam berbagai kesempatan, serta tidak akan malu mengenalkannya pada teman, kerabat, maupun keluarga.

NALURI & KEPINTARAN
Apa Anda mau punya pendamping yang rupawan tapi terlihat bodoh? Penyebabnya bisa karena kurang pergaulan, rendahnya tingkat pendidikan, atau karena minimnya kepekaan sosial. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini, tentunya Anda butuh pasangan yang smart, berwawasan luas, kreatif, serta 'gaul' agar bisa mengimbangi gaya hidup keseharian Anda.

“Kelihaian  menunjukkan naluri seorang ayah seperti memimpin, melindungi, menafkahi, serta memberi contoh yang baik, ataupun naluri keibuan yang mengemong ataupun mengasihi dengan tulus juga merupakan poin plus yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan meningkatkan hubungan ke arah lebih lanjut dengannya,” Ita menegaskan.

BERPIKIR TERBUKA
Perubahan cepat sekali terjadi, termasuk pola dan perilaku kehidupan masyarakat. Sebagai ilustrasi, bila 10 tahun yang lalu hang out bersama teman di Starbucks merupakan kemewahan di negeri ini, lihat keadaannya sekarang! “Jika Anda tidak membuka pikiran untuk hal-hal baru, maka Anda akan menjadi pribadi yang kaku. Tantangan yang harus dihadapi dewasa ini pun menuntut seseorang untuk fleksibel dan siap menerima hal-hal baru sesuai dengan pergerakan dan perkembangan trend,” tutur Ita.

Dengan didampingi oleh pasangan yang open minded, sadar atau tidak Anda juga akan terbantu untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan dan bertoleransi terhadap perkembangan zaman.

KESAMAAN VISI
Cari tahu motivasi si Dia dalam menjalin hubungan dengan Anda. Kemudian selami diri Anda sendiri dan sadari apakah cara Anda menatap hubungan dengannya, sesuai dengan yang ia inginkan. Jika terdapat persamaan visi, tentu lebih mudah untuk membina hubungan yang nyaman dan mencapai yang Anda berdua inginkan. Namun bila ternyata visi Anda berdua berbeda, cobalah bicarakan. Bila memang tetap tidak menemukan kesepakatan, segera tinggalkan dia sebelum kelak terjadi konflik di antara Anda dengannya.

HASRAT & GAIRAH
“Passion adalah insting dasar dalam hubungan yang berlandaskan cinta. Sejauh mana Anda mempunyai hasrat pada si Dia, ditandai dengan bagaimana tergila-gilanya Anda terhadapnya,” ujar Ita. Seberapa besar Anda membutuhkannya, dan sejauh mana Anda bersedia berkorban dan mengalah untuknya? Ini semua Anda yang tahu. Tentu saja harus berada dalam koridor yang bernama logika, dan juga merasakan perlakuan yang sama dari si Dia. “Gairah dua arah seperti ini yang akan menguatkan ikatan hubungan Anda, karena Anda mengetahui seberapa dahsyat si Dia membutuhkan, menginginkan, dan mencintai diri Anda -begitu pun sebaliknya,” tutup Ita.

Polemik rumah tangga mereka hanyalah sepenggal cerita pembelajaran yang sepatutnya dijadikan refleksi. Sasha berujar bahwa istilah “Say”, ditulisnya sebagai sesuatu yang lumrah dalam percakapan di era modern seperti sekarang ini.

Menurut Ita, “Awalnya, kesalahan Sasha bisa jadi karena rasa kebosanan sementara akan hubungan rumah tangga yang monoton selama bertahun-tahun, atau mungkin pula karena alasan lain yang masih belum terkuak”. Satu hal yang pasti, buah perbuatan Sasha akhirnya sangat mengecewakan Nugie, dan hingga kini ia masih harus menebus penyesalannya. Bahkan, Sasha secara jelas menyatakan bahwa ia rela untuk menjadi yang kedua untuk Nugie, asalkan mereka dapat terus bersama. Ironis bukan?

Meski kekhilafan yang dilakukan mencederai ikatan cinta diantara keduanya, namun nyatanya hingga kini mereka masih bersama-sama. Entah alasan apa yang membuat mereka merasa layaknya seperti belahan jiwa. Bisa jadi tujuh sinyal belahan hati yang dipaparkan oleh Ita, ditemukan oleh Nugie pada diri Sasha -dan begitupun sebaliknya. Atau malah faktor kepentingan anak-anak yang (sementara) masih menjadi pengganjal perceraian di antara keduanya. Sad but true... Tapi inilah kenyataannya. [nzl]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar