Kamis, 31 Mei 2012

Five Ways To Fly Peacefully



Demi memangkas waktu tempuh perjalanan bisnis, wisata atau bahkan sekadar bersenang-senang, moda transportasi udara kerap menjadi prioritas pilihan masyarakat urban. 

Dok: Istimewa

Khawatir? Boleh saja. Karena faktannya, dibalik daya tarik kenyamanan, efektifitas durasi serta berbagai benefit lain yang digembar gemborkan pihak maskapai penerbangan, realitanya pesawat terbang masih dianggap "menakutkan" dan dipandang sebagai sarana transportasi yang cukup berbahaya bagi banyak kalangan.

Cukup beralasan, memang. Hal ini terutama karena bermacam-macam fenomena yang tepapar di mata serta telinga khalayak awam. Tantangan level terbawah, mulai dari uji nyali penumpang ketika terjadi cuaca buruk dan turbulensi udara. Belum lagi maraknya kejadian pesawat hilang hingga terjatuh dibombardir separatis bersenjata.

Publik domestik tambah paranoid ketika tereksposnya beberapa kasus awak kabin yang asyik menikmati sensasi narkoba. Mereka sibuk 'terbang' tinggi ketika secara profesi sedang berada ratusan kaki mengudara dan membawa penumpang lintas usia.

Ada lagi publikasi rekaman suara awak kabin yang terdengar layaknya pasangan sibuk bersenggama ketika pesawat tengah membelah awan. Semakin menjadi perhatian dunia ketika meledaknya pesawat kebanggaan Rusia, Sukhoi Superjet 100 setelah menghantam tebing di sekitar Gunung Salak, beberapa tahun lalu.

Tuhan memang punya kuasa mutlak terhadap seluruh ciptaannya. Namun tidak perlu khawatir berlebihan bila sebelum perjalanan setidaknya Anda telah siapkan segala sesuatunya dengan tulus dan ikhlas.

Tenang dulu, Sobat! Bukan artinya bila naik pesawat maka harus bersiap untuk mati. Selain faktor X yang tersaji di atas, penting untuk mencermati sejumlah persiapan lainnya. Berikut beberapa kiat yang dapat membantu terciptanya kelancaran perjalanan udara Anda.

Jaga Nutrisi
Sebelum melakukan perjalanan yang jauh, ada baiknya sebelum berangkat Anda mengisi perut demi mencukupi kebutuhan energi tubuh. Usahakan mengonsumsi makanan dengan kandungan serat dan tinggi protein. Pilih karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau daging merah yang dapat diserap lebih lama oleh tubuh.

Namun jika perjalanan Anda singkat, asupan karbohidrat sederhana seperti nasi dapat dengan cepat melonjakkan kadar gula dan memberi energi seketika untuk tubuh. Membawa buah-buahan atau sejenis kacang-kacangan juga bisa menjadi pilihan cemilan sehat selama Anda di perjalanan.

Higienis
Jauh sebelum naik tangga pesawat -terutama saat makan besar atau sekadar menikmati camilan, usahakan sebelumnya bersihkan organ tangan. Mungkin ini terlihat sederhana namun Anda tentu tidak ingin perjalanan terganggu karena gangguan konstipasi, bukan?! Ingin tidak repot? Banyak produk sanitizer (pembunuh bakteri) yang dapat dengan mudah ditemukan dan layak menjadi pertimbangan emergency.

Anti Dehidrasi
Minum banyak air demi mencegah dehidrasi. Udara dingin dan kering dalam pesawat dapat menyebabkan dehidrasi, sebaliknya suhu panas juga akan membuat tubuh mengeluarkan cairan berlebihan dalam bentuk keringat. Jangan anggap sepele, karena nyatanya dehidrasi bisa membuat serta meningkatkan stres dan rasa bosan. Bila terjadi, dapat berdampak rusaknya mood di sepanjang perjalanan, bahkan bukan tidak mungkin hingga tiba di kota tujuan.

Jaga Mood
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jadwal penerbangan seringkali tertunda karena berbagai alasan. Mengatasi hal ini ataupun berbagai gangguan lainnya yang mungkin saja timbul, tetap bersikap tenang dan perkaya diri dengan kesabaran. Jika Anda merasa pusing ataupun mabuk selama perjalanan, jangan sungkan untuk meminta obat atau bantuan darurat pada awak pesawat.

Cara paling mudah dan efektif demi menenangkan diri adalah dengan memejamkan mata untuk sesaat. Berusahalah sejenak mengosongkan pikiran, lalu tenangkan dan jaga kestabilan denyut jantung sembari memejamkan mata. Tarik nafas mendalam kemudian hembuskan dengan perlahan-lahan. Ulangi berkali-kali selama beberapa saat, lakukan terus menerus hingga Anda merasa diri Anda telah benar-benar nyaman.

Perhatikan "Pramugari"
Lazimnya penumpang hanya terpesona dengan memandang nanar dan (mungkin) sesekali menelan air liur ketika melihat kecantikan pramugari saat memeragakan cara pemakaian pelampung, masker oksigen dan mempresentasikan berbagai instruksi keselamatan darurat. Prosedur standar seperti mematikan ponsel, menegakkan sandaran di waktu tertentu, sabuk pengaman, hingga membuka penutup jendela demi tanggap situasi, adalah keharusan. Mungkin saja Anda yang pertama melihat percikan api di sayap pesawat. Selain itu, Anda juga bisa ikut melihat posisi pesawat apakah mendekati laut atau daratan saat mungkin akan melakukan pendaratan darurat. Anda bisa secepatnya memutuskan apakah perlu mengenakan jaket pelampung atau tidak.

Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama penerbangan berlangsung. Jadi, langkah antisipasi adalah yang paling tepat. Ingin perjalanan menyenangkan atau sebaliknya dalam kondisi khawatir, tanpa ketenangan?! Semua ini Anda yang tentukan. Seperti para tokoh bijak bilang; Do the best and God will do the rest! [nzl]